Debat I Capres-Cawapres 2014 Dalam 6 Babak Bagian 4 A: Transkripsi

deskha July 5, 2014 Comments Off on Debat I Capres-Cawapres 2014 Dalam 6 Babak Bagian 4 A: Transkripsi
Debat I Capres-Cawapres 2014 Dalam 6 Babak Bagian 4 A: Transkripsi

Pilih mana pada 9 Juli 2014: Pasangan Nomor Urut 1 atau Nomor Urut 2?
Ragu bersikap dan bingung memilih?
Terlalu negatif kampanye negatif dan terlalu hitam kampanye hitam?
Mari menyimak Debat I Capres-Cawapres 2014 dalam 6 babak
dengan membaca rangkaian 4 laporan berikut:
(1) Pendahuluan;
(2) Yang ringan-ringan;
(3) Kupasan nalar (logical assessment) atas pertarungan debat berlandaskan Sun Tzu, dua bagian;
(4)Transkripsi Debat I dalam tiga bagian.
Siapa tau ada gunanya.

 Debat I Capres-Cawapres 2014 Dalam 6 Babak

Bagian 4 A : Transkripsi

 

Pengantar

Dua pasangan capres-cawapres 2014, nomor urut satu Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, dan nomor urut dua Joko Widodo-Jusuf Kalla, naik ke panggung. Sementara itu, moderator, Dr Zainal Arifin Mochtar, direktur Pukat (Pusat Kajian Anti Korupsi) UGM (Universitas Gajah Mada) Yogyakarta, sudah berdiri menghadap penonton di mimbarnya sendiri. Mimbarnya itu  terletak antara mimbar pasangan nomor urut satu, di sebelah kanannya, dan mimbar pasangan nomor urut dua, di sebelah kirinya.

Begitu naik, Joko Widodo dengan cepat melintasi panggung dari mimbarnya menuju mimbar pasangan nomor urut satu untuk bersalaman dengan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa.  Langkah Joko Widodo segera diikuti oleh Jusuf Kalla. Dalam  bersalaman itu Joko Widodo tampak bersikap resmi saja, sebagaimana halnya dengan sambutan Prabowo dan Hatta Rajasa. Sikap Jusuf Kalla beda  ketika menyalami Hatta Rajasa, akrab menepuk-nepuk punggung Hatta Rajasa sambil tertawa-tawa, tapi kembali resmi saat menyalami Probowo Subianto. Baru sesudah itu kedua pasang menyalami moderator. Waktu pukul 20:00 WIB.

Sedikit keterangan tentang angka-angka dalam kurung bulat dan kurung siku. Pada nama moderator terdapat angka dalam kurung bulat berhuruf tebal, misalnya (1.1). Angka itu menunjukkan bab 1 dan giliran bicara 1. Kalau ada lagi pemaparan moderator sesudah itu dalam bab 1, misalnya, maka notasinya menjadi (1.2), (1.3), dst. Notasi bab yang serupa berlaku juga pada nama Capres dan Cawapres yang dapat giliran bicara, tapi notasi bab ini diikuti dengan notasi waktu, juga dalam kurung siku. Contoh: Prabowo Subianto (1.1) [06:00], yang berarti pembicara dalam bab satu dan giliran bicara 1 selama 6 menit.

Di belakang teks ada juga notasi waktu dalam kurung siku, khususnya teks paparan kedua pasangan. Contoh, pada akhir paparan Prabowo Subianto (1.1) [06:00] terdapat dua notasi waktu, masing-masing dalam kurung siku [02:34] [9:32]. Ini menunjukkan jumlah sisa waktu bicara dan jumlah waktu berlangsungnya debat sejak awal. Teks paparan moderator juga terkadang dapat notasi waktu di mana perlu, seperti terlihat dalam paparan Moderator (1.1). Terkadang tidak ada notasi di belakang paparan moderator karena gampang menghitungnya kalau perlu dengan membandingkan notasi waktu kedua pasangan.

Tiga titik tanpa kurung siku dalam paparan kedua pasangan berarti paparan berhenti lebih lama daripada dengan tanda koma. Tiga titik berada dalam tanda kurung siku berarti tambahan atau komentar yang berasal dari pembuat transkripsi. Tanda [sic], misalnya, komentar yang berarti “ya diucapkan begitu”. Tanda ini biasa dibuat kalau ada ucapan yang lengkap atau keliru. Gunanya agar pembaca tidak bingung.

Selamat membaca.

Bab Satu

Moderator (1.1)

Silahkan, bapak-bapak … Hadirin sekalian, e-e-, kita sudah …, masing-masing kandidat, kandidat nomor urut satu sudah berada di tempatnya; kandidat nomor urut dua juga sudah berada di tempatnya.

E-e-, kita awali … kita akan mulai … kita awali acara hari ini dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan kita, Lagu Indonesia Raya. [Lagu dinyanyikan]. [0:45]. [Tepuk tangan riuh].

Hadirin saya persilahkan duduk kembali. [2:35].

Pemirsa dan hadirin sekalian … kita akan mulai … debat kali ini … saya berharap kita semua tenang karena lagi-lagi jangan sampai kita mengganggu substansi yang sebenarnya ingin disampaikan oleh pasangan nomor urut satu dan pasangan nomor urut dua. Jadi, saya harapkan penonton harap [sic] tenang dan menjaga e-e- apa e-e- tidak terlalu ribut di ruangan ini.

Sebelum kita mulai, saya akan menjelaskan beberapa hal. Yang pertama, tentang format debat. Jadi, format debat kali ini, itu terdiri dari enam segmen, ya kan enam segmen, kira-kira isi segmennya itu adalah, satu penyampaikan visi dan misi; dan kedua pendalaman isi dan misi. Ketiga, bicara soal tema, ada pertanyaan seputar tema. Yang keempat adalah tanya-jawab antarkandidat. Jadi kita akan mempesilahkan nanti Pak Jokowi, Pak Jokowi bertanya kepada Pak Prabowo, lalu Pak Prabowo bertanya kepada Pak Jokowi. Lalu e-e- ada tanya-jawab penutup. Penutup maksudnya menyampaikan penutupnya. Dan yang terakhir adalah pernyataan. Pernyataan penutup dari masing-masing kandidat.

Untuk debat segmen ini, segmen kedua, yang kita akan mulai sebentar lagi, satu hal lagi ingin saya sampaikan, yaitu, pertanyaan yang akan disampaikan adalah pertanyaan yang dihimpun dari berbagai sumber. Jadi, begitu debat ini akan dilaksanakan, ada puluhan masukan dari berbagai e-e- ada kementerian, ada lembaga negara, ada LSM, ada individu, yang memberikan masukan kepada KPU, lalu KPU mengundang, ada tim ahli untuk memperbincangkan soal pertanyaan dan memformulasi tema, kemudian saya bersama mereka memformulasi pertanyaan dan karenanya saya berharap, pertanyaan yang disampaikan ini bukan pertanyaan saya individual tapi pertanyaan dari rakyat Indonesia kepada kandidat calon presiden dan wakil presidennya [sic].

Itu yang kedua. Yang ketiga, khusus berkaitan dengan tema segmen kali ini, kita akan memperdebatkannya dengan cara kira-kira begini: Caranya adalah saya akan memberikan satu e-e- komentar singkat, yang itu adalah menggali visi dan misi yang akan Anda sampaikan, dengan waktu yang kemudian akan diatur kira-kira e-e- sekitar enam menit. Enam menit waktu untuk pasangan nomor satu dan pasangan nomor dua.

E-e, pasangan nomor satu sudah siap? Pasangan nomor dua juga, begitu? … Baik!

Kita mulai! Kami rakyat Indonesia… Kami rakyat rakyat Indonesia ingin tahu apa pandangan Anda tentang agenda yang Anda anggap paling penting …, anggap paling penting, paling utama, dan paling menjadi unggulan untuk dilaksanakan dalam kaitan dengan tema kita hari ini, yaitu Pembangunan Demokrasi; Pemerintahan yang bersih; dan Negara Hukum.

Saya mulai dari pasangan calon nomor urut satu. Ada waktu enam menit untuk Pak Prabowo dan Hatta Rajasa … Saya persilahkan … kita mulai dari sekarang. [5:53].

Prabowo Subianto (1.1) [06:00]

Terimakasih … Bismillah irohman irohim, assalam walaikum warahmtullahi wabarakatuh [alaikum salaaam! dari pendukungnya]; salam sejahtera bagi kita sekalian, salom, oom swasiastu. Saudara-saudara yang saya hormati, terutama Saudara Joko Widodo calon Presiden Indonesia pasangan nomor dua; yang saya hormati Bapak Muhammad Jusuf Kalla, calon Wakil Presiden Indonesia pasangan nomor dua; Saudara Moderator, dan Saudara-saudara sekalian yang saya hormati; Saudara-saudaraku sebangsa dan setanahair di mana pun Anda berada pada malam hari ini. Terimakasih atas kehormatan dan kesempatan kepada kami, Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa, untuk menyampaikan beberapa pikiran kami tentang Pembangunan Demokrasi, Pemerintahan yang Bersih, dan Kepastian Hukum.

Bagi kami, demokrasi adalah hal yang harus kita perbaiki, pertahankan, dan kembangkan terus, karena demokrasi adalah cita-cita pendiri bangsa kita, dan kita telah mencapai demokrasi kita sekarang dengan susah payah, dengan banyak pengorbanan, tapi alhamdulillah kita telah merasakan bahwa kita sekarang adalah negara demokrasi ketiga terbesar di dunia.

Saudara-saudara sekalian, demokrasi yang kita miliki kita rasakan masih banyak kekurangan. Kita sendiri melihat bahwa demokrasi ini memerlukan budaya demokrasi. Kita butuhkan pendidikan politik. Rakyat kita sebagian besar baru merasakan punya hak politik untuk ikut pemilihan umum, tapi kadang-kadang belum merasakan betapa pentingnya hak politik tersebut dilaksanakan dengan penuh … pendidikan, penuh pencerahan, dan penuh rasa tanggungjawab.

Mengenai pemerintahan yang bersih. Pemerintahan yang bersih, sama dengan demokrasi, adalah syarat mutlak bagi tujuan akhir kita, yaitu Indonesia yang berdaulat, bersatu, adil makmur, dan yang bisa memberi kesejahteraan kepada rakyat Indonesia. [Tepuk tangan].

Demokrasi [Tepuk tangan]. Demokrasi bagi kami adalah alat. Demokrasi adalah tangga menuju cita-cita kita, yaitu Indonesia yang kuat dan sejahtera. Kita ingin demokrasi yang produktif, bukan demokrasi yang destruktif. Kita ingin demokrasi yang membawa kemakmuran kepada rakyat Indonesia. Untuk itu pemerintah yang bersih, yang bersih dari korupsi adalah syarat mutlak untuk mencapai ini.

Kemudian, yang ketiga, kepastian hukum. Kepastian hukum adalah jaminan bagi negara untuk memberi rasa aman bagi seluruh warganegaranya. Kami Prabowo-Hatta berkomitmen akan bekerja sekeras tenaga untuk mencapai pemerintahan yang bersih dari korupsi dan untuk menjamin kepastian hukum bagi seluruh rakyat Indonesia, dan dengan demikian melestarikan demokrasi, yang pada ujungnya akan membawa kesejahteraan kepada rakyat Indonesia. Terimakasih. [Tepuk tangan]. [02:34] [9:32]

Moderator (1.2)

Pak Prabowo, Anda masih punya waktu sekitar dua menit tiga puluh detik. Mau ditambahkan oleh Pak Hatta?

Hatta Rajasa (1.1) [02:33]

Saya menambahkan … ada waktu dua menit …

Kepastian hukum juga harus memberikan jaminan terhadap penghapusan diskriminasi dalam berbagai bentuk, dalam bentuk apa pun dan harus memberikan penghormatan, pemenuhan dan penegakan atas hukum dan penegakan atas hak asasi manusia. Pemerintahan Prabowo-Hatta akan memastikan bahwa hukum akan memperlakukan setiap warganegara secara setara di depan hukum, dan hanya kepada hukumlah kebenaran dan keadilan ditegakkan.

Untuk demokrasi kami menambahkan sedikit. [Lirik catatan]. Demokrasi bukan sekedar alat untuk mencapai tujuan tapi dia adalah sistem nilai, va-lu-es yang perlu kita tegakkan dan harus kita yakini bahwa va-lu-es tersebut akan menghantarkan kita pada kemakmuran dan kesejahteraan untuk seluruh rakyat Indonesia. Oleh sebab itu maka demokrasi haruslah mencerminkan tiga hal penting. Yang pertama, menjamin bahwa [sic] seluruh warga bangsa dapat menyalurkan hak-hak dan aspirasi dan inspirasinya tanpa diskriminasi apa pun. Yang kedua, demokrasi juga harus dapat memberikan satu hak-hak politik [sic] kepada setiap warganegara tanpa ada diskriminatif [sic], apa pun latarbelakangnya, apa pun agamanya. Setiap individu harus dapat dijamin hak-hak politiknya. Dan yang ketiga, kita pun harus memberikan (sic) lembaga-lembaga demokrasi berjalan dengan baik. Apabila tiga komponen ini berjalan dengan baik, kita akan melahirkan demokrasi yang produktif, yang bisa mengantarkan rakyat Indonesia menuju kemakmuran dan kesejahteraan bagi seluruh warga bangsa Indonesia. Terimakasih! [Tepuk tangan]. [00:24] [11:49].

Moderator (1.3)

Silahkan berikan tepuk tangan. [Tepuk tangan lagi, lebih panjang]. E-e- bapak ibu sekalian … bapak ibu sekalian, lagi-lagi saya ingatkan, tolong jangan bertepuk tangan ketika sedang di tengah e-e- para kandidat sedang berbicara, karena kami semua khawatir … karena bukan hanya Anda yang berada , permirsa yang ada di seluruh pelosok negeri juga mau mendengarkan sesungguhnya, dan jangan sampai tepuk tangan Anda malah mengurangi substansi yang mer … beliau-baliau ini sampaikan. Jadi saya mohon, nanti kemudian, insyaallah saya akan persilahkan Anda untuk bertepuk tangan selalu di akhir, ketika pembicaraan selesai.

Begitu ya … Saya minta kesepakatan Anda sekali lagi.

Kali ini saya serahkan kepada pasangan calon nomor urut dua … Pak Jokowi dan Jusuf Kalla. Pertanyaan yang sama, apa yang paling utama, agenda yang paling penting dan yang paling ingin Anda sampaikan kepada seluruh negeri yang menyaksikan Anda.

Saya persilahkan enam menit jatah untuk Anda, mulai dari … sekarang. [12:55].

Joko Widodo (1.1) [06:00]

Assalam walaikum, warahmatullahi wabarakatuh. [Alaikum salam]. Selamat malam, salam sejarahtera bagi kita semua. Yang saya hormati Bapak Prabowo Subianto; yang saya hormati Bapak Hatta Rajasa; Ibu bapak sekalian, Saudara-saudara sekalian; Saudara-saudaraku sebangsa dan setanahair.

Republik ini adalah milik kita semuanya. Harapan rakyat, ingin hidup lebih baik; ingin lebih sejahtera. Demokrasi menurut kami adalah mendengar suara rakyat, dan melaksanakannya. Oleh sebab itu kenapa setiap hari kami datang ke kampung-kampung; datang ke pasar-pasar; datang ke bantaran sungai; datang ke petani; datang ke tempat pelelangan ikan … karena kami ingin mendengar suara rakyat.

Dengan cara apa? Dengan cara dialog. Pak JK, saya kira sudah banyak menyelesaikan konflik dengan cara dialog untuk musyawarah, untuk sebuah pemanfaatan bagi rakyat banyak. [Lirik catatan]. Penyelesaian Tanah Abang, Waduk Pluit juga, kita selesaikan dengan cara dialog. Bermusyawarah, mengundang makan, mengajak musyawarah orang, mengundang mangan, mengajak musyawarah, kemudian menemukan manfaat bagi perpindahan itu. [Sic].

Dan yang kedua, Pemerintahan yang bersih. Pemerintahan yang bersih bisa dilakukan apabila ada dua hal: Pembangunan sistem. Sistem yang seperti apa? Telah kita lakukan dan telah kita buktikan, baik waktu kami jadi walikota mau pun jadi gubernur. E-budgetting, e-procurement, e-projecting, e-catalogue, e-audit, pajak online, e-??? [tak jelas] online, cara-cara seperti itulah yang saya kira kita perlukan, dan bisa dinasionalkan. [Gerak kedua tangan mencakup]. Semua daerah bisa. Nasional [sic] bisa melakukan ini, apabila Jokowi dan JK diberi amanah oleh rakyat Indonesia. [Tepuk tangan].

Yang kedua setelah pembangunan sistem adalah pola recruitment yang benar. Dengan cara apa? Dengan seleksi dan promosi terbuka. Semua terseleksi dengan baiksehingga yang memegang pimpinan-pimpinan, baik di kementerian, baik di kedirjenan, baik di lembaga-lembaga, juga melalui sebuah pola recruitment, promosi, dan seleksi yang terbuka; tidak karena kedekatan, tidak karena senang dan tidak senang.

Untuk selanjutnya saya persilahkan Bapak Jusuf Kalla. [02:57] [16:11].

Jusuf Kalla (1.1) [02:57]

Terimakasih Bapak Jokowi, dan para hadirin, sebangsa dan setanahair. Kita bicara tentang kepastian hukum. Negara kita adalah negara hukum. Itu bunyi pasal satu Undang-Undang Dasar Empat Puluh Lima. Artinya, siapa pun di antara kita harus taat dan memastikan bahwa semua orang memenuhi aturan dan ketentuan hukum.

Salah satu syarat tentang kepastian hukum ialah kita menghormati sesama manusia. Kita harus melaksanakan hak-hak asasi manusia, karena manusialah yang … maka dilakukan kepastian hukum itu. [Sic]. Tanpa penghormatan, tanpa pelaksanaan hak-hak asasi manusia, tidak ada di antara kita yang dapat melakasanakan kepastian hukum dengan benar. Karena itulah maka pelaksanaan hukum harus dilaksanakan dengan benar dan sesuai aturan yang ada. Banyak hal yang … beberapa hal pokok untuk melaksanakan ketentuan, kepastian hukum itu. Pertama, hukum yang memang sesuai dan merupakan ketentuan yang dapat kita terima secara umum. Kedua, ketauladanan. Tidak mungkin hukum itu dapat dilaksanakan tanpa ketauladanan daripada kita semua, khususnya para pemimpin. Jadi para pemimpin, apabila ingin melaksanakan hukum, pemimpin terlebih dahulu melaksanakan hukum itu dengan betul. Apabila pemimpin ingin melaksanakan [??? tak jelas] dasar hukum hak-hak asasi manusia, maka pemimpin itu pula harus taat pada hak-hak asasi manusia. Tidak mungkin sebaliknya.

Itu yang pokok bagi kita semua. Kedua, tentu pemahaman rakyat kepada hukum itu sendiri, dan ketaatannya kepada institusi. Sekarang ini masyarakat berkurang trust-nya pada institusi hukum. Karena itu institusi hukum harus kita perkuat dengan baik. KPK, sebagai unsur yang kuat untuk menjaga negara dari korupsi, harus diperkuat. Jangan penyidiknya hanya enam puluh, dan sebagainya; harus diperkuat stafnya; harus diperkuat disiplinnya; harus diperkuat anggarannya. Begitu juga unsur penegak hukum yang lain. Polisi, jaksa, harus sinkron dengan semua itu. Tanpa polisi dan jaksa yang kuat, tidak mungkin kita meletakkan kepastian hukum. DPR yang baik, yang harus menata hukum itu, harus menjalankannya dengan sebaik-baiknya.

Jadi, unsur yang sangat penting ialah hukum itu sendiri yang dibuat oleh DPR dan lembaga hukum yang lain. Pelaksananya, kita sendiri; pemimpinnya, yang melaksanakan hak-hak manusia serta menjalankan hukum itu. Apabila ada itu semua, demokrasi akan berjalan. Pemerintah yang baik akan berjalan; akan bresih, bersih; pemerintah yang bersih akan efektif berjalan melayani seluruh masyarakat bangsa ini.

Itulah cita-cita kita berbangsa, melaksanakan semua itu untuk kemakmuran dan kesejahteraan kita semua.

Terimakasih. [00:18]  [18:57].

Moderator (1.4)

Kita berikan tepuk tangan. [Hampir serentak tepuk tangan riuh, orang berdiri].

Tolong … terimakasih tepuk tangannya … tolong, tolong, tolong … Lagi-lagi saya ingatkan kepada Anda semua, tolong untuk menjada ketenangan karena lagi-lagi ini adalah proses yang harus kita tempuh bersama. Kita harus menghormati para pemirsa di rumah yang  juga mau mendengarkan, sesungguhnya apa substansi yang ingin disampaikan. Jadi, minta tolong ya. Saya sarankan, atau saya minta betul supaya tidak mengganggu acara ini.

Demikian tadi misi dan visi awal [sic], pengantar. Kenapa misi dan visi ini menjadi penting? Karena menurut saya, ini adalah cara Anda, cara Anda untuk memantapkan pilihan Anda. Jadi Anda yang sudah memilih, silahkan memantapkan pilihan Anda; sedangkan Anda yang belum memilih, ini adalah sarana, sarana bagi Anda untuk melihatnya yang mana kemudian yang akan Anda pilih.

Kita akan dalami e-e- misi dan visi ini pada segmen kedua. Saya akan memberikan pertanyaan kepada masing-masing kandidat untuk mendalaminya. Karenanya, jangan ke mana-mana, kita akan kembali ke debat kandidat Capres-Cawapres dua ribu empat belas sesaat lagi. [20:09].

[Ternyata video secara keliru mengulang lagi debat segmen pertama, tapi waktunya yang tercatat di video berjalan terus seolah-olah tidak ada ulangan. Jadi, pengumuman istirahat seusai segmen pertama tercatat lagi pada 40:25]

[Video dimulai lagi untuk memasuki segmen kedua pada waktu 40:38].

 

Bab Dua

Moderator (2.1)

Hadirin dan pemirsa, kita lanjutkan debat … kita kembali ke debat Calon Presiden, Capres dan Cawapres dua ribu empat belas, untuk menceritakan atau menggambarkan kepada kita semua misi dan visi mereka perihal pe-e- pembangunan demokrasi, pemerintahan yang bersih, dan penegakan hukum.

Saya ingatkan kepada pemirsa yang ada di rumah. Kami memang memberikan peraturan yang jelas bahwa jangan sampai ada tepuk tangan di saat mereka sedang berbicara. Kenapa begitu. Karena ini untuk menghormati pe … pemirsa di rumah, agar pemirsa di rumah bisa mendapatkan substansi yang ingin disampaikan oleh kedua pasangan ini.

Saya akan mulai e-e- segmen kedua. Segmen kedua ini adalah pertanyaan yang terkait dengan mis … visi dan misi yang bapak-bapak sudah sampaikan tadi. Saya akan berikan satu pertanyaan, yang itu akan saya mulai dengan pasangan nomor urut dua dulu. Jadi satu pertanyaan untuk pasangan nomor urut dua, dan satu pertanyaan untuk pasangan omor urut satu.

E-e- kita mulai ya, e-e- Pak Jokowi dan Pak Jusuf Kalla. Pertanyaan untuk bapak, dalam kaitan dengan mi … visi dan misi yang tadi bapak sampaikan. Begini, tolong disimak:

Dalam konstelasi Undang-Undang Dasar saat ini, garis-garis besar haluan negara tidak lagi dikenal. Karenanya, pola pembangunan Indonesia ditetapkan melalui rancangan pembangunan jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Dalam rancangan pembangunan jangka panjang, jelas diperlukan adanya kesinambungan dari pemerintah sebelumnya dan pemerintah yang akan datang, supaya tidak ada keterputusan proses pembangunan.

Pertanyaannya: Dapatkah Anda, sebagai calon presiden dan calon wakil presiden, melakukan evaluasi kritis terhadap program-program kerja yang telah dilaksanakan oleh pemerintahan saat ini, dan apakah yang akan Anda lakukan selanjutnya, untuk mempertahankan untuk [sic] hal-hal yang sudah dianggap berhasil, memperbaiki hal-hal yang Anda anggap belum terlalu berhasil, dan kemudian mengubah hal-hal yang belum berhasil. Kira-kira begitu.

Saya persilahkan. Anda punya waktu lima menit untuk menjawab. Saya persilahkan kepada Pak Jokowi dan Jusuf Kalla. Lima menit Anda, dimulai dari sekarang. [43:12].

Joko Widodo (2.1) [05:00]

Terimakasih. Ee memang, sebaiknya perencanaan dan jangka yang panjang, itu menjadi titik acuan bagi siapa pun yang menjadi presiden dan wakil presiden, karena tanpa itu pembangunan kita akan terpotong-potong, tergantung pada pemimpinnya mau gaya apa, sehingga siapa pun presidennya, yang baik akan kita lanjutkan, yang tidak baik akan kita evaluasi, kita perbaiki dan juga kita akan lanjutkan, tetapi prinsip-prinsip, hal-hal yang prinsip juga harus kita e-e- isikan kepada pemerintahan yang baru kita [sic] nanti.

Juga hal yang berkaitan dengan ideologi, juga harus kita isikan kepada program-program yang akan kita kerjakan. Artinya, kita tidak ingin meninggalkan e-e- rencana jangka panjang, rencana jangka menengah yang sudah ada, karena itu adalah sebuah haluan, sebuah titik akhir yang nantinya akan dituju oleh bangsa dan negara ini. Tetapi, hal-hal yang berkaitan dengan ideologi, hal-hal yang berkaitan dengan prinsip, tetap akan kita masukkan ke dalam program-program pemerintahan baru kita.

Untuk selanjutnya, silahkan Pak JK melanjutkan. [03:28] [44:51].

Jusuf Kalla (2.1) [03:25]

Terimakasih Pak Jokowi. Tentu kita harus [agak ketelan kata-katanya] melanjutkan, utamanya ialah target-target utama tujuan kita [ketelan lagi] berbangsa ini; dan prinsip-prinsip utama: Melaksanakan  pemerintahan [ketelan lagi] yang demokratis, melaksanakan pemerintahan daerah [ketelan] yang brsifat [ketelan] otonomi, melaksanakan pemerintahan yg memberikan kepercayaan kepada masyarakat, melaksanakan pemerintahan yg taat hukum. Dalam hal-hal kebijakan yang menyangkut lima tahunan, tentu pemerintah yg melaksanakan tugas itu mengevaluasi setiap lima tahun program-progam itu. Contohnya ialah, pada dewasa ini ekonomi kita merosot, devisit banyak, anggaran kita tidak berfungsi dengan betul, maka tentu produksi minyak kita semua turun. Karena itu pemerintah yang akan datang harus memperbaiki kebijakan itu. Tanpa itu negara tidak bisa berkembang.

Kalau pada dewasa ini, sebelumnya pertumbuhan kita tujuh persen, sekarang merosot [ketelan] lima prsen, semua itu harus dikoreksi sehingga mencapai pertumbuhan yang lebih baik lagi. Efisiensi pemerintah yang tidak [koreksi] lebih mementingkan rutin yang penting [ketelan] tak penting, itu harus direformasi. Itulah bahagian kita untuk mencapai tujuan. Tanpa reformasi yang baik, begitu juga pembinaan semangat … kita sehingga kita sebut rvolusi mental, [???] hrs dirobah. Revolusi [ketelan] sistem pendidikan, revolusi [ketelan] semangat, bagaimana hukum, jangan banyak korupsi, harus tegas semuanya. Hal-hal itulah tugas pemerintah yang akan datang untuk melaksanakan. Bahwa itu membutuhkan koreksi, harus, karena pemerintah dibentuk untuk membuat perubahan. Tanpa pemerintah yang membuat perubahan, bukan pemerintah yang baik untuk mencapai tujuan itu. Namun prinsip pokok harus tetap dijaga. Prinsip pokok tujuan, prinsip pokok hak-hak asasi, prinsip pokok pelaksanaan hukum, prinsip pokok bagaimana berotonomi, memberikan kewenangan yang baik kepada daerah, karena daerahlah yang harus memutuskan itu. Bagaimana desa dibangun, yang baik, karena desalah merupakan [ketelan] sumber daerah kita semua; bagaimana pengusaha kecil harus diberi keutamaan, karena pengusaha kecillah yang paling inti daripada pokok permasalahan kesejahteraan rakyat ini. Tanpa itu semua maka kita tidak bisa mencapai pemerintah yang bersih, bagaimana efektifnya. Pemerintah yang bersih adalah pemerintah yang efektif, bukan a yg hanya besar, yang hanya ee [???] gagah. Pemerintah yang efektif melayani secepat-cepatnya. Seperti dikatakan tadi oleh Pak Jokowi: Sistem. Sistem pemerintah apa yang lebih baik. Sistem pemerintah yang transparan, yang terbuka, yang rakyatnya mengetahui itu. Itulah asas, hubungannya antara demokrasi yang baik, pemerintahan yng baik, yang efektif, dan juga tata hukum yg baik. Mudah-mudahan itu dapat kita laksanakan. Itulah asas kita.[Tepuk tangan riuh]. [00:47] [47:40].

Moderator (2.2)

Masih mau ditambahkan? Bapak masih punya waktu sekitar 41 menit. [Mestinya detik!!!]. Silahkan kalau masih mau ditambahkan? Silahkan Pak Jokowi?

Joko Widodo (2.2) [00:38]

Dan menurut kami yang paling penting itu, memang perencanaan itu penting. Rencana itu penting, tetapi yang lebih penting bagaimana melaksanakannya, bagaimana mengeksekusinya, bagaimana memutuskannya, dan bagaimana manajemen pengawasan bisa kita lakukan dari detik ke detik, dari hari ke hari, dari minggu ke minggu, dari bulan ke bulan, terus kita lakukan manajemen pangawasan. Yang paling penting, menurut saya, di negara kita ini, yang paling lemah ada di manajemen pengawasan. [Tepuk tangan]. [00:12]. [48:17].

Moderator (2.3)

Baik! Trimakasih, Pak Jokowi. [Tepuk tangan masih terus].

Itulah tadi … Itulah tadi jawaban dari pasangan nomor urut dua, Pak Jokowi dan Jusuf Kalla.

Sekarang kita menuju ke pasangan nomor urut satu, Pak Prabowo dan Pak Hatta Rajasa.

Pak Prabowo dan Pak Hatta Rajasa. Tadi kami mendengar begitu banyak ee misi dan visi ee visi dan misi yang Anda ingin sampaikan. Tapi begini. Sayangnya, Indonesia masih dipersepsikan sebagai negara yg memiliki tingkat korupsi yang tinggi, sebagaimana pandangan tergambar ee dari berbagai angka survei. Indonesia juga dilihat sebagai negara yang masih memiliki kinerja pemerintahan yang belum baik kalau kita lihat dari indeks efisiensi dan efektivitas pemerintahan. Yang memprihatinkan, Indonesia dilihat belum dapat melangsung [koreksi] melakukan perlindungan hak-hak asasi manusia secara baik. Sebagai negara hukum, Indonesia masih dianggap belum mampu melakukan penegakan hukum secara adil karena penegakan hukum Indonesia cenderung dianggap tajam ke bawah, namun tumpul ke atas. [Prabowo menyimak moderator sambil mengangguk-angguk]. Lagipula, masih banyak juga mafia peradilan di dalamnya.

Pertanyaannya, begini, Pak Prabowo dan Pak Hatta: Apa agenda khusus …, yang lebih detail, apa agenda khusus yang akan Anda lakukan untk memperbaiki keadaan ini. Silahkan yakinkan rakyat Indonesia bahwa Anda orang yang tepat …, yang tepat, sebagai pendorong efektivitas dan efisiensi pemerintahan, pendukung kuat pemberantasan korupsi, pendorong penegakan hukum yang adil, serta pelindung kuat atas hak-hak asasi manusia.

Saya persilahkan. Anda punya waktu lima menit … dari sekarang. [50:19].

Prabowo Subianto (2.1) [05:00]

Baik, terimakasih.

Memang yang kita rasakan, inilah kelemahan-kelemahan bangsa kita sekarang. Korupsi; kinerja pemerintah yang kurang maksimal [tidak tampak disadari, ucapannya ini kecaman keras terhadap pasangannya, Hatta Rajasa sebagai bekas menteri, terakhir sebelum maju sebagai Cawapres adalah Menko Ekuin, dalam pemerintahan SBY]; dan keadilan hanya kepada yang kuat, kepada yang kaya …, ini kita rasakan. Tetapi ini semua, menurut kami, ini adalah suatu akibat dari kebocoran-kebocoran kekayaan nasional yang besar. Dengan kebocoran-kebocoran yang besar, yang diakibatkan oleh memang masalah sistemik, akhirnya tidak ada sumber daya yang cukup untuk menjamin kualitas hidup para pejabat-pejabat  aparatur negara, yang menentukan e-e- jalannya pemerintahan. Artinya, korupsi terjadi di Indonesia karena para pejabat-pejabat yang berkuasa takut, takut masa depan, takut pensiun. Gaji bupati, umpamanya, adalah sekitar enam sampai tujuh juta rupiah, padahal dia kampanye, dia ikut pilkada langsung, dia habis 15 miliar. Ya, kan, demkian di mana-man. Akibatnya … e-e-hm… dia akan ambil dari APBD. Sama, menteri-menteri juga bgitu. Menteri, kalau tidak salah, mungkin gajinya sekarang sekitar 18 juta rupiah, padahal tanggungjawab yang dikelola sangat besar. [Hatta tampak menahan hati mendengar semua itu].

Karena kualitas hidup rasa ketakutan ini, dan juga dengan sistem demokrasi kita, sistem demokrasi kita yang begitu liberal [sistem demokrasi atau korupsi???] mewajibkan semua pemimpin politik untuk harus cari uang untuk melaksanakan kampanye politik. Dengan demikian, dia akan mengandalkan kader-kader dia di DPR dan di departemen-departemen. Inilah sumber daripada masalah bangsa. [Prof Dr Amin Rais tampak lemas dengan mata terpejam dan bibir mengeras. MS Kaban dan Sukardi di sebelah kanannya tampak bersikap mirip dengan Hatta]. Juga, bahwa elit bangsa Indonesia selama beberapa puluh tahun ini, menurut pendapat saya, agak lengah, membiarkan sumber-sumber daya ekonomi kita terlalu banyak mengalir ke luar bangsa kita.

Naah! Kalau kita mau perbaiki, mem-mem-kurangi korupsi, kita harus jamin kualitas hidup para pejabat negara, pegawi-pegawai yang menentukan pegawi negeri, hakim, polisi, jaksa, semua penegak hukum, semua pejabat, dan pegawi negeri di tempat-tempat yang penting harus dijamin kualitas hidupnya. Sebagai contoh, hakim agung di Inggris, gajinya terbesar, lebih besar daripada perdana menteri. Ini strategi kami. Kami ingin menutupi, pertama kebocoran. Ya. Kita, kalau bicara ingin memperbaiki ini, ingin memperbaiki itu, ujung-ujungnya urusan uang, urusan duit. [???]. Karena itulah, penegak-penegak hukum harus ditingkatkan kemampuan manajerial, kmampuan e-e- teknisnya. Pendidikan! Ini harus diperbaiki. Ini semua butuh investasi dana yang besar.

Kemudian rekrutmen. Sy sependapat dengan Pak Jokowi dan Pak Jusuf Kalla. [Nah lho]. Kita harus rekrut orang-orang terbaik dengan sistem yang terbuka. [Tepuk tangan pendukung Jokowi-JK tentunya, dan Hatta tampak menahan nafas di kedua ceruk pipinya].Transparansi, penggunaan teknologi informatika yang terbaru. Saya sangat sependapat. [Nah lho]. E-government … e-e- sebanyak mungkin kita menggunakan teknologi modern, kita bisa kurangi kebocoran-kebocoran itu. Dengan kita mengurangi kebocoran, kita punya dana, kita perbaiki kualitas hidup, baru kita hasilkan pemerintahan yang bersih, yang bebas dari korupsi, yang berkinerja tinggi, yang melayani rakyat, dan melindungi hak-hak rakyatnya. [Tdk ada tepuk tangan. Fadli Zon dan Achmad Dany tampak terperangah].

Sy kira itu! [00:31]. [55:03].

Moderator (2.4)

Masih ada waktu 31 [tidak terdengar karena cepat dipotong oleh Hatta].

Hatta Rajasa (2.1) [00:30]

Ya, saya ingin menambahkan [sambil naikkan tinju kanan terkepal]. Kita harus agresif di dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi. Oleh sebab itu strategi kita harus jelas. Perkuat KPK. KPK memiliki lima tugas pokok. Dua tugas pokok utama saya kira sudah tepat dan delapan kebijakan yg diterapkan KPK harus kita dukung. Yang pertama, pencegahan. Ini membangun system-building yang baik. Yang kedua, monitor, sehingga seluruh institusi-institusi harus adapt dipertanggungjawabkan seluruh kinerjanya!Waktu selesai, saya … [tdk jelas lagi karena terlanda tepuk tangan dan kata-kata moderator]. [00:00]. [55:37].

 

%d bloggers like this: