Debat I Capres-Cawapres 2014 Dalam 6 Babak Bagian 4 C : Transkripsi

deskha July 5, 2014 Comments Off on Debat I Capres-Cawapres 2014 Dalam 6 Babak Bagian 4 C : Transkripsi
Debat I Capres-Cawapres 2014 Dalam 6 Babak Bagian 4 C : Transkripsi

Dari redaksi

Pilih mana pada 9 Juli 2014: Pasangan Nomor Urut 1 atau Nomor Urut 2?
Ragu bersikap dan bingung memilih?
Terlalu negatif kampanye negatif dan terlalu hitam kampanye hitam?
Mari menyimak Debat I Capres-Cawapres 2014 dalam 6 babak dengan membaca rangkaian 4 laporan berikut:

 (1) Pendahuluan;
(2) Yang ringan-ringan;
(3) Kupasan nalar (logical assessment) atas pertarungan debat  berlandaskan Sun Tzu, dua bagian;
 (4)Transkripsi Debat I dalam tiga bagian.

 Siapa tau ada gunanya.

Debat I Capres-Cawapres 2014

Bagian 4 C: Transkripsi

 

Bab Empat

 

Moderator (4.1)

Pemirsa dan hadirin sekalian, kita akan lanjutkan … perdebatan ini masuk ke sesi yang ke-empat, sesi yang ke-empat itu seperti yang saya sampaikan tadi, masing-masing pihak akan memberikan pertanyaan kepada pihak yang satunya, tapi dengan aturan kira-kira begini Pak … e-e- Pak Joko Widodo dan Pak Jusuf Kalla, begitu juga Pak Prabowo dan Pak Hatta Rajasa. Anda diberikan kesempatan untuk bertanya satu menit [kepada pasangan nomor urut dua], lalu akan dijawab tiga menit [kepada pasangan nomor urut satu], lalu akan diklarifikasi … e-e- akan ditanggapilah [sambil ketawa tertahan] jawaban itu selama tiga menit, dan kami memberikan lagi tiga menit terakhir kepada Anda [kepada pasangan nomor urut dua]. Jadi … dia akan [telapak tangan kanan digerakkan bolak-balik ke arah kedua pasangan] berlempar [sic] satu pertanyaan, tiga menit jawaban, tiga menit tanggapan, lalu tiga menit klarifikasi terakhir. Kira-kira begitu Pak … aturannya …

Nah, kita akan mulai dengan … pertanyaan yang pertama. Saya akan berikan kesempatan, dibalik lagi, saya berikan kesempatan dulu kepada … pasangan nomor urut satu, Pak Prabowo dan Pak Hatta Rajasa, untuk bertanya satu menit kepada Pak … Joko Widodo dan Pak JK, lalu saya kembalikan kepada Anda tiga menit, lalu akan kembali ke e-e- mereka … tiga menit. Yah, saya persilahkan … Anda … persilahkan membaca atau menyampaikan pertanyaan dari Anda; pertanyaan apa yang sangat Anda ingin sampaikan kepada kandidat nomor urut dua … saya berikan kesempatan satu menit, dimulai dari sekarang. Silahkan. [1:21:31].

 

Prabowo Subianto (4.1) [01:00]

Baik, terimakasih … E-e- Saudara Joko Widodo, seandainya … Anda jadi presiden, ada satu hal yang ingin kami tanya, yaitu tentang pemilihan kepala daerah, bupati dan walikota. E-e- setelah dihitung kalau pemilihan langsung, lima ratus bupati, kepala daerah, bupati walikota itu, kurang lebih membutuhkan biaya tiga belas triliun, kalau pemilihan langsung. Kalau pemilihannya lewat DPRD, berarti kita menghemat tiga belas triliun. Bagaimana e-e- sikap Bapak tentang hal itu. Kemudian bagaimana sikap Bapak tentang tuntutan atau harapan banyak daerah ingin terus menambah pemekaran kabupaten-kabupaten dan propinsi-propinsi baru, padahal e-e- beban terhadap anggaran e-e- nasional sudah sangat-sangat berat. [00:00].

 

Moderator (4.2)

Cukup … e-e- Pak Prabowo dan Pak Hatta Rajasa … Pertanyaannya jelas ya. Jadi silahkan, Anda diberi kesempatan untuk menjawab tiga menit pertanyaan tersebut. Saya mulai dari sekarang. Silahkan.

 

Joko Widodo (4.1) [03:00]

Sebagai bentuk dari kedaulatan rakyat, saya kira e-e pemilihan langsung kepala daerah, baik e-e-bupati, walikota, mau pun gubernur, tetap dilaksanakan seperti sekarang. Hanya caranya, ya,  teknisnya yang harus mungkin e-e- kita perbaiki, dilaksanakan serentak untuk mengurangi biaya, baik di-i-i sebuah propinsi, atau mungkin bisa di dalam sebuah negara; tapi ini mungkin memerlukan transisi yang agak lama. Dan yang kedua mengenai pemekaran. Tempat-tempat yang memang sangat, sangat diperlukan untuk dimekarkan dalam rangka lebih mengembangkan e-e- propinsi atau daerah itu, tidak ada masalah; tapi dengan catatan, apabila nanti sudah dimekarkan dan mereka tidak bisa mandiri, dan mereka hanya membebani, bisa ditarik kembali dan dihapuskan lagi. Pemberiannya diperketat, pemberiannya dicek yang betul; dan yang penting jangan sampai ada lobi-lobi lagi; jangan sampai ada dengan cara menekan-menekan ke e-e- pusat, tapi betul-betul dengan kalkulasi dan perhitungan yang betul-betul cermat, teliti, karena jangan sampai anggaran kita habiskan untuk pemekaran dan tidak menyasar pada pelayanan pada masyarakat, tidak menyasar pada e-e pembangunan di wilayah itu. [Kasi tanda kepada JK untuk melanjutkan]. [01:22]. [1:24:34].

 

Moderator (4.3)

Mau ditambahkan, Pak Jusuf Kalla?

 

Jusuf Kalla (4.1) [01:20]

Ya. Terimakasih. Memang sistim pilkada kita yang begitu banyak, maka Indonesia merupakan negara yang mempunyai pemilu yang terbanyak di dunia ini. Karena itulah maka …, namun demikian, pemilihan kepala daerah dijamin oleh Undang-Undang Dasar dan juga [ketelan] undang-undang bahwa pemilu, pemilihan kepala daerah harus [ketelan] demokratis, namun dalam [ketelan] undang-undang dikatakan pemilihan langsung. Tentu, yang sangat penting di sini, kita tidak hanya sekedar mengembalikannya kepada pilkada, tapi menjamin proses pemilu pilkada, pemilukada itu, berlangsung efisien. Contohnya bisa saya jelaskan, bahwa kalau sekarang ada begitu satu propinsi berbeda-beda, harus disatukan, semuanya ada keseragaman sehingga negeri ini hanya dua kali melaksanakan atau tiga kali melakasanan pemilu secara bersamaan: pemilu nasional, DPR DPA [sic], sekaligus persamaan pilpres dan pemilu legialatif [ketelan] lima tahun yang akan datang. Nanti pemilu kepala daerah secara bersamaan sehingga efisien; kampanyenya efisien, pelaksanaannya efisien, sehingga tidak lagi membebani biaya sebesar itu; karena apabila itu [ketelan] dikembalikan kepada DPR, belum tentu murah juga, karena bisa-bisa di DPR itu terjadi permainan yang lebih hebat lagi daripada masyarakat, sehingga kita harus menjamin sistimnya, menjamin demokratisnya, menjamin kualitas kepada yang dipilih. Itu tujuannya kita melaksanakan [ketelan] pemilu sekaligus begitu [ketelan]. [00:02]. [1:25:29].

 

Moderator (4.4)

Baik, terimakasih. Sekarang tepuk tangan. [Tepuk tangan riuh. Prabowo tepuk tangan juga, tapi Hatta tidak].

Paak … Parabowo … dan Paak Hatta Rajasa … Sudah me-e- mendengarkan barangkali, dan mencatat, saya lihat tadi … Anda silahkan memberikan tanggapan; catatan kritis juga boleh, terhadap jawaban yang diberikan kepad … dari Pak Joko Widodo dan Pak Jusuf Kalla. Anda punya waktu tiga menit, saya persilahkan dari … sekarang. Silahkan.

 

Prabowo Subianto (4.2) [03:00]

[Tampak bicara dengan Hatta Rajasa agar Hatta Rajasa yang bicara].

 

Hatta Rajasa (4.1) [02:57]

Ya, saya diberi kesempatan Pak Prabowo untuk me-e- menanggapi. Walau pun tadi itu belum dijelaskan seperti apa yang disebut efisien itu, masih kualitatif, belum terukur, tapi memang kita harus e-e- melaksanakan sebuah pemilihan yang lebih sehat, yang lebih terukur, yang tidak terlalu boros dengan biaya. Walau pun Undang-Undang Dasar Empat Pulu Lima kita tidak mewajibkan pemilihan presiden … e-e-m mohon maaf, bupati – walikota – gubernur, secara langsung sebagaimana pemilihan presiden, namun pemilihan demokratis tersebut, saat ini, kalau melalui DPR, memang masih memerlukan transisi waktu yang cukup e-e-e-e kita perlukan. Oleh sebab itu, memang esensinya adalah pemilihan langsung itu, memang itulah yang dikehendaki oleh rakyat saat ini; namun … memang harus kita lakukan dalam kondisi atau keadaan yang betul-betul bisa tidak membebani biaya yang e-e- tinggi. Misalkan, kalau kita ambil … contoh, saat ini sedang digagas untuk pemilihan secara serentak. Saya kira serentak ini akan menghemat biaya yang cukup e-e-m menekan, cukup murah; dan ini e-e- memerlukan waktu yang ke depan ini untuk segera kita persiapkan dengan baik.

Ini pandangan kami terhadap … itu. [01:21]. [1:28:13].

 

Moderator (4.5)

Masih ada … Pak Prabowo, barangkali?

 

Prabowo Subianto (4.3) [01:18]

Mohon, saya tadi kurang begitu jelas tentang pemekaran. Kriteria apa yang Bapak … daerah mena … kalau satu daerah minta, daerah lain e-e- juta minta, dan tidak dikasi … ini kira-kira bagaimana, e-e- dari segi penghematan anggaran dan dari segi keadilan antara daerah. Ada satu kabupaten sebagai contoh, yang jumlah penduduknya hanya dua puluh ribu, tapi dikasi pemekaran. Jadi di mana … rasa e-e keseimbangan keadilan dengan kabupaten yang, umpamanya, jumlah penduduknya tiga juta, umpanya. Jadi, kami belum … mohon kami e-e ada satu sikap ketegasan, kira-kira kriteria apa mengizinkan pemekaran baru, dan tidak mengizinkan e-e- pemekaran baru. Apakah … jumlah penduduk, apakah luas wilayah, apakah keamanan, atau letak geografis. Kira-kira di mana e-e- yang Bapak kira bisa jadi kriteria untuk mengizinkan penambahan propinsi atau penambahan kabupaten. [00:04]. [1:29:35].

 

Moderator (4.6)

Baik, terimakasih. Silahkan tepuk tangan. Saya … [Tepuk tangan]. Pak Jokowi dan Pak Jusuf Kalla. Ada … kelihatannya ada yang harus Anda e-e ke … klarfikasi lebih lanjut dari pertanyaan Pak Praowo dan Pak Hatta Rajasa. Anda punya waktu tiga menit. Saya persilahkan dari sekarang.

 

Joko Widodo (4.2) [03:00]. [1:29:59]

Tentu saja banyak yang … yang harus dikalkulasi, banyak yang harus dihitung. Yang pertama masalah potensi ekonomi yang ada; apakah bisa menopang daerah itu untuk mandiri. Artinya ada pendapatan asli daerah yang nantinya bisa me-e- menggerakkan pemerintahan yang ada di sana. Kemudian juga yang kedua: apakah dengan dibuka pemre-e- e-e- daerah baru itu, rakyat mendapatkan manfaatnya atau hanya elitnya yang mendapatkan manfaat, karena yang banyak, elitnya saja yang mendapatkan manfaat, tapi rakyatnya tidak mendapatkan manfaat. Tentu saja juga masalah keluasan wilayah itu juga menjadi e-e- perhitungan. Karena apa? Daerah yang luas, kemudian hanya dipegang oleh misalnya satu bupati, sangat …, dalam melayani rakyatnya akan e-e tidak … tidak akan efektif dan tidak akan efisien, sehingga ini juga harus menjadi … menjadi pertimbangan. Jumlah penduduk. Jumlah penduduk juga harus menjadi pertimbangan, apakah penduduk yang hanya sedikit, itu bisa diberikan? Saya kira bisa saja, tetapi dengan catatan bahwa nantinya pemekaran ini memberikan manfaat yang sebesar-besarnya untuk rakyat, untuk masyarakat. Initinya adalah kemanfaatan bagi masyarakat, kemanfaatan bagi rakyat, kemanfaatan bagi warga. Arahnya ke sana, bukan memberikan keuntungan-keuntungan kepada elit-elit politik yang ada, yang meminta pemekaran itu. [01:22]. [1:31:44].

 

Moderator (4.7)

Pak Jusuf Kalla? Ada yang mau ditambahkan? [Kurang jelas karena suara Jusuf Kalla].

 

Jusuf Kalla (4.2) [01:21]. [1:31:45]

Yaa. Pertama terimakasih kepada Hatta [sic], Bapak pun setuju dengan kami. Itu pertama. [Hadirin tertawa riuh]. Jadi kita tidak perlu komentari lagi karena beliau seratus persen setuju. Kedua, menambahkan sedikit tentang pemekaran. Jadi apa yang dikatakan Pak Jokowi tadi, pemekaran itu dilihat tujuannya. Tujuannya ialah setiap daerah baru harus memberikan yang lebih baik; lebih baik kesejahteraannya, lebih baik kemakmurannya, lebih baik prestasinya, lebih baik pengelolaannya, dan juga demokrasinya yang baik. Jadi ukurannya kalau tadi dikatakan [ketelan] luas daerah, luas penduduk [sic], letak wilayah, tapi yang terpenting efektivitasnya, apakah itu memberikan yang [ketelan] lebih baik atau tidak. Begitu memberikan yang [ketelan] lebih baik boleh memberikan [ketelan]. Begitu efeknya jelek, kita harus bertindak [ketelan] lain lagi, kalau perlu kita boleh menentukan kembali. Itu undang-undang menjamin itu, sehingga asas yang pokok asas manfaat, bukan hanya asas geografis, bukan hanya asas penduduk, bukan asas letak, tapi asas manfaat, asas kemakmuran, asas kesejahteraan dan jangkauan daripada pemerintah itu sendiri kepada daerahnya. Terimakasih. [00:20]. [1:32:50]. [Prabowo malah manggut-manggut]

 

Moderator (4.8)

Cukup? Kita tepuk tangan. [Tepuk Tangan. Prabowo juga, dan kemudian Hatta kendati tampak setengah hati].

Pemirsa, pemirsa dan hadirin sekalian. Pertanyaan yang pertama tadi dari pasangan nomor urut satu kepada pasangan nomor dua sudah kita laksanakan, sekarang kitak balik. Jadi, pertanyaan dari nomor urut dua, Pak Jokowi dan Pak Jusuf Kalla kepada Pak Prabowo dan Pak Hatta Rajasa. Anda punya waktu satu menit … Pak, e-e- saya persilahkan, mulai dari sekarang. [Pasangan nomor urut dua tampak berunding. Jusuf Kalla yang bertanya].

 

Jusuf Kalla (4.3) [01:00]

Terimakasih Pak Jokowi. Tadi, dalam [sic] awal pembicaraan ini, Pak Hatta mengemukakan tentang visi-misi, yang [ketelan] … yang saya kutip: “Melindungi rakyat dari berbagai bentuk diskriminasi, gangguan dan ancaman, serta menjunjung tinggi hak-hak asasi manusia.” Itu dari Bapak. Kedua, dari Pak Prabowo mengatakan, “tiada pengikut yang salah, hanya pemimpin yang salah”. Sekarang pertanyaannya: Bagaimana Bapak ingin menyelesaikan pelanggaran hak asasi manusia masa lalu dan menjaga agar [ketelan] hak asasi manusia dipertahankan pada masa datang. Itu saja. [00:19]. [1:34:08].

 

Moderator (4.9)

Silakan … Kalau ada yang mau tepuk tangan, silahkan. [Tepuk tangan iruh]. Saya ingatkan bahwa debat ini untuk menggali visi-misi, memberi tanggapan, dan ini adalah hal yang harus di … dijawab. Akan kita beri waktu tiga menit e-e- Prabowo [sic] dan Pak Hatta Rajasa. E-e- kita mulai … dari sekarang. Silahkan Pak.

 

Prabowo Subianto (4.4) [03:00]

Baik. E-e hak azasi [sic] manusia yang paling dasar adalah hak untuk hidup. Kemudian tugas undang-undang dasar yang mem … yang diberikan kepada sebuah pemerintah republik adalah me … lindungi … melindungi segenap tumpah darah … Indonesia. Itu tugas utama pemerintah. Sebuah pemerintah harus melindungi segenap tumpah darah dari segala ancaman, apakah dari luar … negeri atau dari dalam negeri. Jadi … saya … sekian puluh tahun … adalah abdi negara, petugas yang membela kemerdekaan, kedaulatan, dan hak-hak azasi manusia. Mencegah kelompok-kelompok radikal atau pun kelompok-kelompok yang menggunakan kekerasan, mengancam keselamatan hidup orang-orang yang tidak bersalah. Orang-orang yang tidak bersalah! Jadi, manakala kita menghadapi orang-orang yang merakit bom, yang ingin menimbulkan hura-hara, yang mengancam kelangsungan hidup negara dan bangsa, ya, mereka ini ancaman terhadap hak-hak asasi manusia! Karena itu, kewajiban seorang petugas, kewajiban seorang pembela negara dan bangsa, me-lin-dungi segenap tumpah-darah dari ancaman-ancaman tersebut!

Dalam pelaksanaan tugas … [nada suara makin keras] sebagai prajurit, manakala kita melaksanakan tugas … dengan sebaik-baiknya, yang menilai … itu adalah atasan. Jadi … saya mengerti Pak … arah Bapak. [Suara riuh]. Tidak apa-apa … tidak apa-apa … ya … saya tid …  saya tidak apa-apa … tetapi a-a- saya … ada di sini … saya sebagai mantan prajurit … telah melaksanakan tugas … dengan sebaik-baiknya … Selebihnya … atasan yang menilai. Apakah saya … kan arah Bapak kira-kira gitu, bahwa saya … e-e- apa itu … tidak bisa menjaga HAM karena saya pelanggar HAM … kira-kira itu kan Bapak arahnya. Iya kan? Padahal, Bapak tidak mengerti, justru kami-kami ini, di tempat-tempat yang susah, di mana-mana, sering harus ambil tindakan UNTUK [mendadak keras] … untuk keselamatan rakyat Indonesia … yang … yang banyak.

Sebagai contoh. Di negara kita … di Singapur … tetangga kita, MEMEGANG [nada mendadak naik] pun saja itu … HUKUMAN MATI … WAJIB! MEMEGANG saja … tidak melaporkan, apalagi MERAKIT, apalagi MENYEBARKAN. Jadi saudar … e-e- Pak Jusuf Kalla … e-e- saya bertanggungjawab, dan hati nurani saya bersih. Saya pembela hak-hak azasi manusia yang paling keras di Republik ini, SAYA tidak ragu ra … [dipotong oleh moderator]. [00:00]. [1:37:49].

 

Moderator (4.10)

Cukup, Pak Prabowo. Silahkan tepuk tangan. [Tepuk tangan riuh sekali]. [Prabowo coba tersenyum dan mengangguk ke arah moderator]. Terimakasih … dukungan … tolong, tolong … Para … para hadirin … para hadirin sekalian, tolong, para hadirin sekalian, tolong, lagi-lagi kita memberikan dukungan dengan batasan yang telah kita sepakati tadi, dan ini adalah penyampaikan visi dan misi, dikaitkan dengan visi dan misi. Jadi, pertanyaannya juga kira-kira e-e- ke arah yang sana.

Ada waktu, tiga menit dari Pak …  Joko Widodo, dan Pak Jusuf Kalla … untuk memberi cataran terhadap e-e- apa … dukungan … bisa  catatan terhadap apa yang disampaikan oleh Pak Prabowo. Saya persilahkan, tiga menit dari sekarang.

 

Joko Widodo (4.4) [03:00]

Ya. Tadi yang disampaikan oleh Pak … Prabowo belum … mungkin sangkin semangatnya, belum disampaikankan hal-hal yang konkrit ke depan akan dilakukan apa. Dan yang kedua juga belum dijawab mengenai masalah diskriminasi. Tadi juga ditanyakan oleh Pak Jusuf Kalla juga … belum di … e-e- dijawab karena terlalu semangatnya menjawab masalah hak-hak asasi manusia. Oleh sebab itu kami mohon agar ini lebih di … berikan … apa … e-e- perhatian lagi masalah pertanyaan yang disampaikan oleh Bapak Jusuf Kalla. [02:28]. [1:39:25]. [Jusuf Kalla memberi tanda akan bicara].

 

Moderator (4.11)

Pak Jusuf Kalla, mau ditambahkan?

 

Jusuf Kalla (4.4) [02:25]

Ya. Terimakasih tadi atas beberapa penjelasannya … [dipotong oleh Prabowo]. [02:22]. [1:39:30].

 

Prabowo Subianto (4.5) [02:21]

Maaf Pak, saya tadi … masalah diskriminasi dan … sebelum diskriminasi … [disela oleh moderator]. [02:19]. [1:39:34].

 

Moderator (4.12)

Diskriminasi dan bagaimana e-e- konkritnya … [disela oleh Joko Widodo].

 

Joko Widodo (4.5) [02:13]

Ya, konkritnya. Pelaksanaan konkritnya seperti apa … [disela oleh moderator]. [02:11]. [1:39:41].

 

Moderator (4.13)

Ada dua hal yang di … Pak … Pak Jusuf Kalla … mau menambahkan? Masih ada waktu dua menit …

 

Jusuf Kalla (4.5) [02:06]

Ya … Pak Prabowo, terimakasih atas tadi penjelasannya. E-e- pertanyaan yang diminta [ketelan] dapat penjelasan lagi … Bapak tadi mengatakan bahwa semua pelanggaran itu pakai bom. Apakah tahun sembilan puluh lapan … [disela oleh Prabowo]. [01:54]. [1:40:00].

 

Prabowo Subianto (4.6) [01:53]

Tidak semua! Saya … [dipotong oleh Jusuf Kalla, lalu oleh moderator]. [01:52]. [1:40:01].

 

Jusuf Kalla (4.6) [01:52]

Tidak semua … yang jelas tidak semua pake bom, jadi … [01:51]. [1:40:03]. [Suara Prabowo].

 

Moderator (4.14)

Paak [agak keras] … Paak Prabowo … Stop Pak Prabowo … Oke?

 

Jusuf Kalla (4.7) [01:49]

Jadi tidak semua dilaksanakan [ketelan] dengan alasan bom, begitu Pak ya?  [Disela oleh moderator]. [01:47]. [1:40:08].

 

Moderator (4.15)

Paak … Paak … Pak Jusuf Kalla, mohon pertanyaannya jangan langsung direct, tetapi kepada saya, nanti saya persilahkan; begitu juga Pak Prabowo. Mohon yaa?

Sekarang silahkan … silahkan Pak. Silahkan … silahkan … silahkan dilanjutkan. Masih ada punya waktu  satu menit.

 

Jusuf Kalla (4.8) [01:33]

Ya. Jadi, tidak semua pelanggaran HAM itu karena bom. Jadi, tentu tidak semua hal harus dilakukan [ketelan] dengan kekerasan balik, begitu Pak ya? Kedua, pertanyaannya … Bapak menyatakan tadi, terserah penilaian atasan. Apakah penilaian atasan Bapak waktu itu … minta maaf karena saya tidak menangkap waktu Bapak tadi menjawab seperti itu, sehingga karena yang bered … e-e- yang banyak beredar [ketelan] … suatu penilaian … penilaian lain; apa penilaian atasan Bapak tentang bagaimana menyelesaikan pelanggaran [ketelan] HAM pada masa lalu. [01:07]. [1:40:49].

 

Moderator (4.16)

Cukup?

 

Jusuf Kalla (4.9) [01:06]

Cukup. [1:40:50].

 

Moderator (4.17)

Gitu, ya. Kita berikan tepuk tangan. [Tepuk tangan riuh. Prabowo ikut tepuk tangan]. Saya berikan kesempatan tiga menit kepada … Pak … Prabowo … dan Pak Hatta Rajasa. Bisa memberi klarifikasi, catatan, bahkan mungkin memberikan penjelasan yang lebih konkrit dalam kaitan dengan yang ditanyakan tadi, termasuk dua hal yang sebelumnya ditanyakan.

Ada waktu tiga menit untuk Pak Prabowo dan Pak Hatta Rajasa, kita mulai dari sekarang. Silahkan Pak.

 

Prabowo Subianto (4.7) [03:00]

[Bernada tenang]. Jawaban terhadap Pak Joko Widodo … langkah-langkah konkrit. Langkah konkrit, saya kira … adalah … di ujungnya adalah pendidikan. Masalah hak-hak azasi pendidikan ini pendidikan. Pendidikan disemua sektor, pendidikan di semua aparat, pendidikan juga kepada pejabat-pejabat.

Karena apa? Karena sering a-a- petugas diberi perintah, dan kalau ada sesuatu yang nanti dinilai tidak tepat … atau secara politik kurang menguntungkan, akhirnya petugaslah yang dikorbankan dan disalahkan. Jadi, ujungnya adalah pendidikan, dan pendidikan membutuhkan investasi.

Tentang diskriminasi saya kira kita sudah sepakat. Kita harus melawan diskriminasi, tetapi ujungnya kembali … pendidikan. Di seluruh urusan itu pendidikan.

Kepada Pak e-e- Jusuf Kalla, saya sudah jawab tadi. Kita bertanggungjawab kepada atasan kita … Penilaiannya, ya, atasan kita. Kalau Bapak ingin tanya, tanyalah atasan saya waktu itu. [Ada teriakan dari beberapa pendukung, dan Prabowo mengangguk ke arah pasangan nomor urut dua]. [01:46]. [1:42:43].

 

Moderator (4.18)

Ada yang mau disampaikan lagi … Paak Hatta Rajasa barangkali. Masih ada waktu satu …

 

Hatta Rajasa (4.2) [01:41]

Saya kira … tadi yang disampaikan … ditanyakan oleh Pak Jusuf Kalla kepada saya soal diskriminasi … dan Pak Jokowi juga … Memang, salah satu hal yang paling mendasar, menyangkut hak-hak warganegara kita, adalah jangan sampai ada diskrimantif [sic] dalam perlakuan … hukum, karena konteksnya tadi konteks hukum. Istilahnya jangan tumpul ke atas, tajam ke bawah. Itu diskriminatif. Mereka harus sama di muka hukum, siapa pun; dan tidak boleh, apa pun latarbelakangnya, apa pun pendidikannya, apa pun agama yang dianutnya … tidak boleh ada diskriminatif [sic] di negara Pancasila ini.

Itu yang saya ingin sampaikan, e-e- yang terkait dengan diskriminasi. Jadi kita … apabila diberi amanat … oleh rakyat, diberi mandat, maka kami akan mencermati betul hal-hal yang berkaitan dengan masalah-masalah diskriminatif di banyak sektor saat ini, apakah akses-akses pada sumber-sumber kemamkuran, apakah akeses-akses pada pendidikan, apakah akses-akses pada sumber-sumber daya alam, penggunaan lahan, dan sebagainya.

Masih banyak terjadi diskriminasi perlakuan terhadap warganegara kita. Oleh sebab itu, ini menjadi perhatian kami yang sangat serius, apabila mendapatkan mandat dari rakyat. Terimakasih. [00:28]. [1:44:05]. [1:21:17 angga.web.id]. [Selisih 00:22:48].

 

Debat I Capres-Cawapres 2014

Bagian 6: Transkripsi

Sajian 3

 

Bab lima

 

Moderator (5.1)

Cukup kan? Terimakasih, Anda … silahkan tepuk tangan. [Tepuk tangan riuh].

Pemirsa dan hadirin sekalian … Anda sudah mendengarkan sesi ke-empat, sesi yang ada lontaran saling bertanya antara kandidat, dan tadi kelihatannya ada catatan kritis, ada catatan klarifikasi … Dan itu menjadi menarik untuk kita e-e- lihat kemudian.

Kita akan pindah ke segmen ke-lima. Segmen ke-lima ini adalah segmen di mana saya akan memberikan satu pertanyaan penutup. Jadi, Anda kaitkan dengan misi-visi [sic] Anda. Jadi, misi-visi Anda itu kan, saya tadi perhatikan, e-e- Pak Prabowo dan Pak Hatta Rajasa, begitu juga Pak Joko Widodo  dan Pak JK, tapi ada banyak obstacle di … di antaranya. Apa yang Anda lakukan kira-kira untuk itu. Nanti akan saya tanyakan … Jangan ke mana-mana, e-e- kita kembali ke debat calon presiden dan wakil presiden Indonesia duaribu empat belas, sesaat lagi.

[Setelah istirahat]

Segmen ke-lima ini adalah segmen pernyataan … pertanyaan dari Anda, dan itu berkaitan dengan bagaimana cara Anda menyingkirkan obstacle atau apa … e-e- tantangan yang menghalangi Anda; karena tadi Anda kan sudah menyampaikan e-e- misi, visi dan misi Anda. Dan jelas, seluruh e-e pemirsa, seluruh pemilih di republik ini sudah mendengarkan dengan diteil. Nah, saya ingin me … me… merangsang jawaban Anda sebelum Anda saya persilahkan dengan pertanyaan yang seperti ini:

Dari semua misi dan visi yang Anda canangkan, sayangnya misi – visi yang akan Anda tawarkan tersebut akan memberla … mengalami beberapa halangan dan hambatan dengan kondisi faktual. Misalnya, sulit Anda memastikan apa yang Anda perintahkan sulit dijalankan di daerah dengan dilakukannya pemilihan langsung kepala daerah seringkali, seringkali, merasa tidak memiliki kewajiban untuk menaati apa yang ditetapkan oleh pemerintahan pusat, karena merasa ikatan politiknya itu langsung ke rakyat, bukan ke pemerintah pusat.

Juga ada problem lainnya, misalnya, banyaknya kelembagaan yang tumpang tindih; ada banyak sekali lembaga negara kita; ada banyak e-e- lembaga pemerintahan mau pun lembaga negara. Begitu juga begitu banyak peraturan yang tumpang tindih antara satu sama lain, bisa secara vertikal mau pun secara horisontal; belum lagi kualitas birokrasi yang masih sangat membetuhan [membutuhkan] sentuhan reformasi birokrasi.

Pertanyaannya: Apa saja … langkah konkrit Anda untuk keluar dari permasalahan tata pemerintahan tersebut, sehingga misi dan visi Anda dapat terlaksana sebagaimana Anda rencanakan. Itu pertanyaannya.

Saya berikan kesempatan kepada pasangan nomor urut satu. Pak Prabowo dan Pak Hatta Rajasa, Anda punya waktu enam menit. Kita mulai dari sekarang. Silahkan.

 

Prabowo Subianto (5.1) [06:00]

Kami … sadar … sepenuhnya bahwa setiap usaha perbaikan, setiap transformasi, pasti akan ada halangan, dan kita sudah mengerti halangan tersebut. Tumpang-tindihnya peraturan, kemudian e-e- para pemimpin politik yang menungkin berasal dari latarbelakang yang berbeda dengan kepentingan yang berbeda. E-e- tetapi, e-e- saya kira ada strategi … tertentu untuk menghadapi … kondisi ini.

Yang pertama adalah kita harus memilih beberapa e-e- sektor yang menentukan. Kita tidak bisa memperbaiki keadaan sekaligus di semua sektor; kita harus pandai memilih sektor mana, yang merupakan kunci yang akan memengaruhi sektor-sektor lain. Dan setelah itu, kita harus menentukan sasaran, menentukan objektives. Berarti ini yang sering disebut “Management by Objectives”. Tentukan sasaran, baru setelah itu kita ambil langkah-langkah menuju sasaran itu; dan sasaran itu tidak boleh banyak. Kita harus menentukan mana: pangan? Pangan, sektor pangan harus kita [tak jelas], karena dengan pangan, ketahanan pangan,dengan swasembada pangan kita bisa dapat hal-hal yang lain. Kita bisa dapat keamanan; kita bisa dapat ketenangan … rakyat; kita bisa dapat rasa optimis rakyat; kita bisa dapat menghemat devisa; dengan devisa kita dapat investasi; dengan investasi roda ekonomi jalan [tangan memutar kencang]; roda ekonomi jalan, kesejahteraan umum naik.

Jadi, tentukan sasaran mana. Kami … sudah menentukan: pangan, energi, infrastruktur, reformasi birokrasi; itu sasaran-sasaran pokok yang harus kita selesaikan … duluan. Kemudian, kita juga jangan lupa, sekarang … the power of public opinion. Opini rakyat, itu sangat menentukan. Opini rakyat … kalau kita memiliki tujuan yang baik; kita ingin perbaiki kehidupan rakyat; kita punya hati yang ikhlas; saya kira hambatan-hambatan itu bisa kita selesaikan dengan dialog, dengan persuasi, dan … dengan opini dari rakyat. Public opinion, pada usa [tak jelas], pada gilirannya, para … penguasa-penguasa  setempat akan dipaksa oleh rakyatnya, karena yang kita inginkan adalah menyampaikan hal-hal dasar rakyat.

Air bersih; makan yang murah [sic]; sekolah yang baik; poliklinik yang baik; rumahsakit yang bisa terjangkau oleh uang rakyat; jalan yang bagus dari desa ke kabupaten [sic]; dari kabupaten ke propinsi; ke pelabuhan. Kita ingin keretaapi; kita ingin jalan raya. Masa rakyat tidak akan mendukung pemerintah yang ingin berbuat untuk rakyat … untuk kesejahteraan rakyat. Saya kok percaya, pada gilirannya, dukungan rakyat akan mempengaruhi … dan … pada ujungnya para penguasa yang tadinya mungkin, karena tidak mengerti atau karena kepentingan tertentu, bisa diyakinkan untuk kerjasama; karena kita adalah pelayan rakyat; kita hanya bekerja untuk kepentingan rakyat Indonesia. [Mengangguk ke arah Hatta Rajasa]. [02:20]. [1:28:38 angga.web.id]. [Berarti kira-kira 1:54:26 di i.berita].

 

Moderator (5.2)

Ada yang mau ditambahkan … Paak Hatta … [Disambar oleh Hatta].

 

Hatta Rajasa (5.1) [02:17]

Terimakasih. Saya ingin mendalami hal yang sangat-sangat penting bagi bangsa kita, yaitu reformasi birokrasi. Acapkali, hambatan atau obstacle yang kita hadapi, buruknya birokrasi. Apakah itu organisasinya yang tidak berwawasan atau berorientasi kepada pelayanan publik; apakah aparaturnya yang tidak bersih karena sistem recruitment yang tidak baik, sistem promosi jabatan yang tidak transparan dan akuntabel, dan juga lembaga-lembaga, institusi-institusi pelayanan publik, yang tidak melayani dengan baik karena tidak ada ukuran-ukuran capaian-capaian yang pasti, sehingga pelayanan publik menjadi bertele-tele, menjadi mahal, berlarut-larut, dan melelahkan.

Oleh sebab itu maka langkah reformasi birokrasi harus kita tuntaskan dengan baik [sic]. Yang pertama, arah kebijakannya adalah organisasinya harus efektif dan efisien, jangan gemuk yang bisa mengakibatkan birokrasi bertele-tele. Yang kedua, yang paling penting, adalah bagaimana upaya-upaya kita untuk meletakkan asas akuntabilitas dengan berbasis kepada kinerja. Tidak ada satu pun kebijakan-kebijakan [sic] yang dijalankan yang tidak bisa kita ukur akuntabilitasnya. Harus bisa dipertanggungjawabkan. Dan yang ketiga adalah upaya pemberantasan korupsi. Harus masif, pencegahan [sic] dan penguatan KPK, kejaksaan, kepolisian, harus betul-betul kita lakukan dengan baik, agar apa-apa yang sudah menjadi kebijakan tidak diselewengkan begitu saja. Dan yang keempat adalah sumber daya manusia aparatur itu sendiri yang harus betul-betul kita perbaiki, baik jumlahnya yang tidak didisain sesuai dengan struktur organisasi harus kita pangkas, dan aparatur yang bisa melakukan penghematan terhadap pengelolaan keuangan negara dan mencegah kebocoran-kebocoran keuangan negara.

Jadi, kalau ini bisa kita perbaiki, salah satu prioritas utama reformasi birokrasi, maka obstacle tersebut insyaallah dapat kita atasi. Terimakasih. [00:01]. [1:31:04]. [1:53:52 i.berita]. [Tepuk tangan].

 

Moderator (5.3)

Baik. Kita sudah mendengarkan jawaban dari e-e- kandidat pasangan nomor urut satu. Kita beralih ke kandidat nomor urut dua, pertanyaan yang sama. Anda punya waktu enam menit untuk  … mengomentarinya atau menjawabnya.

Saya persilahkan … enam menit Anda, dari sekarang. Silahkan.

 

Joko Widodo (5.1) [06:00]

Terimakasih. Ini tadi yang ditanyakan itu, daerah yang tidak mengikuti pusat … yang pertama. Yang kedua, banyaknya lembaga yang tumpang tindih, banyaknya peraturan yang tumpang tindih. Dan yang ketiga, masalah kualitas birokrasi.

Saya ingin menjawab yang pertama, kenapa daerah tidak mengikuti pusat. Bisa mereka mengikuti seratus persen apa yang diharapkan oleh pusat. Dengan cara apa? Dengan politik anggaran, karena delapan puluh lima persen, rata-rata delapan puluh lima persen anggaran daerah itu berasal dari pusat. Oleh sebab itu, dengan politik anggaran kita bisa mengendalikan daerah. Kalau tidak mau, beri punishment. Kalau ada … prestasi, berikan insentif, berikan reward pada mereka. Gampang sekali … hal sederhana yang sering tidak dilakukan.

Politik anggaran bisa kita lakukan. Misalnya, masalah pembangunan … pelayanan terpadu satu pintu. Daerah diperintah semuanya harus membuat itu. Kalau tidak, bisa DAK-nya, dana alokasi khusunya di … potong, atau dana alokasi khususnya dikurangi. Itu sudah kuat … buat daerah sudah mengerikan. Ini politik anggaran yang akan kita jalankan … agar daerah sejalan seiring dengan pemerintah pusat.

Yang kedua masalah lembaga yang tumpang tindih, peraturan yang tumpang tindih. Saya kira kalau … peraturan … ini lewatnya hanya satu pintu, di Sekneg, dikembalikan lagi ke sana, keluarannya akan … jelas; tetapi kalau semua kementerian bisa mengeluarkan aturan-aturan yang tidak lewat pintunya yang jelas, di Sekretariat Negara, saya kira akan terjadi seperti ini. Banyak  peraturan daerah … yang bertentangan dengan pusat; banyak e-e- peraturan gubernur juga yang … tidak sinkron dengan … peraturan … banyak sekali.

Oleh sebab itu, pintunya harus diberi satu … sehingga keluarannya akan kelihatan, dan seiring-sejalan dengan arah yang sudah di e-e- gariskan dari perin … pemerintah pusat.

Kemudian mengenai kualitas birokrasi … Tadi sudah kami sampaikan. Ini juga sebetulnya sesuatu yang tidak sulit-sulit amat, sesuatu yang sederhana, tetapi kita yang sudah pesimis. Kalau saya, Pak JK, sangat optimis bisa mengenai organisasi  Kenapa? SDM-nya baik-baik. SDM-nya baik! Pintar-pintar. [Sumringah pada wajah isteri Joko Widodo, isteri Jusuf Kalla, dan Jusuf Kalla sendiri]. Ada doktor, ada … magister, ada … master [tak jelas] manajemen, ada sarjana, banyak sekali!

Kenapa tidak berjalan dengan baik? Karena sekali lagi, sistemnya tidak dibangun. Sistem yang baik tidak dibangun di situ. Tadi sudah saya sampaikan: e-government … semuanya … dari e-budgetting, dari e-procurement, e-processing [tak jelas], e-catalogue, e-audit, cash management system. Semuanya harus dibangun. Kalau itu dilakukan … pemerintah pusat itu gampang. Saya tinggal cari tab satu saja, pencet daerah ini, dapat uang berapa, masuk berapa, keluar berapa. Bisa … setiap saat bisa dilakukan. Panggil saja programmer  untuk melakukan itu. Nggak ada dua minggu bisa dirampungkan. Gak ada masalah! Artinya, jangan pesimis. [Sumringah, dan kesan terpesona, pada wajah-wajah hadirin pendukung pasangan ini]. Kita harus optimis, karena memang bisa melakukan itu, dan sudah kita laksanakan … sudah kita buktikan.

Yang kedua tadi kami sampaikan mengenai kualitas birokrasi, masalah pola recruitment, yang memang kita harus … cari yang terbaik, yaitu dengan seleksi dan promosi terbuka. Kalau itu dilakukan, saya kira juga … hal yang sederhana … Ini hanya masalah niat atau tidak niat, mau atau tidak mau … Hanya itu aja! [Beri tanda dengan gerakan telapak tangan kanan ke arah Jusuf Kalla]. Silahkan Pak JK. [02:19]. [1:35:25]. [1:58:03 i.berita].

 

Moderator (5.4)

[Tepuk tangan riuh]. Pak JK ada yang mau ditambahkan? Masih ada waktu dua menit enam belas detik. Silahkan.

 

Jusu Kalla (5.1) [02:14]

Terimakasih Pak Jokowi … Tadi sudah dijelaskan lengkap sebenarnya, namun kami hanya ingin tambahkan bahwa … itulah tugas pemimpin, meyakinkan yang [ketelan] di bawahnya untuk melakasanakan tugas-tugas yang sama sesuai tujuannya. Kalau pemimpin tidak sanggup meyakinkan, bawahannya, memang bukan pemimpin yang baik. Jadi jangan menyalahkan daerahnya, menyalahkan bagaimana cara memimpin itu.

Pengalaman kami … selama apa yang ingin kita tuju, itu dapat diyakinkan dengan baik, sesuai dengan tujuan bernegara: kemakmuran, kemajuan … di daerah juga dapat dilaksanakan. Kedua, tokh di pusat juga ada kegotongroyongan pemerintahan. Di daerah juga ada kegotongroyongan yang sama, walau pun berbeda. Partei haruslah menjadi ketaatan kedua setelah ketaatannya kepada pemerintah. Dia haruslah ikut policy partei, tapi yang harus diikutinya yang pertama ialah tujuan bernegara. Itulah yang harus [ketelan] diyakinkan.

Yang kedua [sic], tanggung jawab pemimpin. Kalau tanggungjawab pemimpin telah diinstruksikannya, maka yang pemimpinlah bertanggungjawab, bukan bupati itu. Kalau dia diduga ikut bersalah, kalau menterinya yang salah, jadi adalah juga keyakinan, kemudian tanggungjawab, dan juga menjaga semua sistimnya jalan. Kalau sistimnya jalan, seperti sudah dikatakan tadi, ya kita, pusat punya instrumen: instrumen fiskal, instrumen kebijakan, dan instrumen pengawasan. Ada BPK, ada PPKP, e-e- BPKP, kalau dia tidak sesuai dengan aturan pusat.

Dengan mempergu … mempergunakan instrumen-instrumen itu, sebenarnya pemerintah juga kuat. Kalau lembaga-lembaga, memang … kita ya e-e- apa … mengalami, begitu banyak lembaga-lembaga. Ini memang harus dirobah. Negeri ini sudah desentralisasi, sudah otonomi; berarti lembaga-lembaga pusat harus mulai berkurang dibanding … tapi memperkuat lembaga daerah, karena inti dari pembangunan itu ada di daerah. Jadi lembaga-lembaga pusat tidak perlu terlalu banyak. Ini memang harus di-streamline sehingga ada penciutan daripada lembaga-lembaga yang tadi seperti itu. Tentang korea[ketelan], saya kira Pak Jokowi berpengalaman, kita juga berpengalaman. Kita ini orang baik-baik. Yang penting prosedurnya, pendidikannya, latihannya, saya kira negeri ini akan jauh lebih baik dengan sistim seperti itu. [00:02]. [1:37:49]. [2:02:07 i.berita]. [Tepuk tangan riuh].

 

Bab enam (penutup)

 

Moderator (6.1)

Terimakasih. Tepuk tangan. [Tepuk tangan masih riuh, orang pada berdiri]. Hadirin dan pemirsa sekalian, kita sudah selesaikan e-e- segmen kelima dari debat calon presiden dan calon wakil presiden Republik Indonesia … tahun dua ribu empat belas. Habis ini, setelah ini, kita masih punya … satu segmen lagi, yaitu segmen pernyataan penutup. Jadi, saya akan memberikan kesempatan kepada e-e- pasangan nomor satu dan pasangan nomor dua untuk memberikan pernyataan penutup. Karenanya jangan ke mana-mana, kita akan kembali sesaat lagi di debat calon presiden dan wakil presiden Indonesia dua ribu empat belas.

[Setelah istirahat].

Pemirsa, dan hadirin sekalian. Kita mulai … segmen keenam atau segmen yang paling [sic] terakhir dari debat untuk tema kita pada hari ini. Di segmen ini, kita akan meminta … pernyataan penutup dari para kandidat pasangan nomor urut satu dan pasangan nomor urut dua. Saya akan membacakan e-e- rangsangan untuk Anda … ketika Anda menyatakan pernyataan penutup tersebut. Mohon diperhatikan.

Sebagai pernyataan penutup dari Anda, para kandidat calon presiden dan wakil presiden Republik Indonesia, Anda meyakinkan rakyat Indonesia yang ada di seluruh pelosok negeri ini, yang juga ada di ruangan ini, bahwa di bawah kepemimpinan Anda selaku Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia nantinya, jika Anda terpilih, bangsa dan negara Indonesia akan lebih baik dari kondisi saat ini, dalam hal pembangunan demokrasi, pemerintahan yang bersih, dan perkembangan negara hukum.

Kami akan berikan kesempatan tiga menit untuk Paak Joko Widodo … dan e-e- Paak JK … Paak Jusuf Kalla. Saya berikan waktu tiga menit, bisa Anda mulai dari … sekarang. Silahkan.

 

Joko Widodo (6.1) [03:00]

Sesuai dengan … pengalaman … yang telah kita lakukan … dan pengalaman yang telah kita buktikan, apabila rakyat memberikan kepekercayaan … kepada kami, apabila rakyat memberikan amanah kepada kami, maka kami akan bekerja keras, bekerja sangat keras, bekerja siang malam, agar demokrasi berjalan lebih baik; pemerintah yang bersih bisa kita hadirkan; kepastian hukum yang tegas bisa kita dirikan.

Yang kedua, terimakasih kepada seluruh rakyat Indonesia yang telah mendukung sehingga demokrasi bisa berjalan dalam kegembiraan, dan kita harapkan Pilpres juga bisa nantinya berjalan dalam kegembiraan rakyat. Terimakasih … saya sampaikan kepada Ibu saya, yang selalu mendoakan saya; Isteri saya, Iriana, yang juga hadir [bangkit berdiri dengan senyum gembira]; Ibu Mufida Jusuf Kalla [juga bangkit berdiri dengan senyum gembira dan menangkupkan telapak tangan]; dan anak-anak saya dan putra-putri Bapak JK, yang telah memberikan dukungan kepada kami dalam rangka mengabdikan diri, dalam rangka mendedikasikan … hidup kami … untuk rakyat, untuk bangsa, untuk negara.

Pembangunan demokrasi, pemerintahan yang bersih, dan kepastian hukum, adalah hal yang utama … [jeda cukup lama]. Kalau Presiden … nomor dua [sambil mengangkat tangan kanan dengan dua jari terkembang, jari telunjuk dan jari tengah, bersama dengan JK]. [Tepuk tangan riuh; Ibu Iriana dan Ibu Mufida juga mengangkat tangan kanan dengan dua jari terkembang sambil tersenyum girang]. Terimakasih, wassalamwalaikum warahmatullahi wabarakatuh. [00:59]. [1:42:26]. [2:05:04 i.berita]. [Tepuk tangan riuh; hadirin pendukung serentak mengangkat tangan kanan dengan dua jari terkembang].

 

Moderator (6.2)

Masih ada satu menit …  Paak JK … mau ditambahkan? [JK kasi tanda tidak]. Cukup? … Terimakasih, kita berikan tepuk tangan. [Tepuk tangan berlanjut terus; hadirin pendukung serentak mengangkat tangan kanan dengan dua jari terkembang; Prabowo dan Hatta juga tepuk tangan].  Saya ingatkan, lagi-lagi jangan mendahui saya memberikan tepuk tangan. Gitu ya? [Tesenyum lebar]. Silakan tepuk tangan … Gitu.

Saya berikan kesempatan sekarang … kepada … Paak Pra … bowo … dan Pak Hatta Rajasa; masih rangsangan pertanyaan yang sama … Anda punya waktu tiga menit … Anda sampaikan kepada rakyat Indonesia sekarang … Tiga menit waktu Anda, saya persilahkan dari sekarang. Silahkan.

 

Prabowo Subianto (6.1) [03:00]

[Mengetuk mikrofon]. Tujuan kita … bernegara, tujuan kita merdeka, adalah untuk … hidup sut … sebagai bangsa yang adil, bangsa yang makmur, di mana rakyatnya sejahtera. Tetapi, kalau kekayaan kita … tidak tinggal di republik kita, kalau kekayaan kita bocor terus keluar, walau pun kita punya sistem demokrasi yang indah, tetapi ujungnya … kesejahteraan rakyat sulit dicapai.

Jadi, kami … Prabowo Hatta … apabila menerima mandat dari rakyat, kami akan bekerja keras. Yang pertama, adalah untuk menyelamatkan … kekayaan bangsa dan negara; menyelamatkan kekayaan itu, sehingga demokrasi yang kita bangun akan berarti demokrasi yang produktif; demokrasi yang be-be- beri kebaikan dan perbaikan hidup bagi rakyat kita, bukan demokrasi “wani piro” [berani berapa duit], bukan demokrasi yang justru ke arah destruktif.

Dengan demikian, dengan menyelamatkan kekayaan negara untuk masa depan rakyat kita dan anak-anak kita, dan cucu-cucu kita, kita yakini bahwa kita bisa nanti memiliki masa depan yang baik. Kita sangat optimis, karena kekayaan kita besar. Yang penting adalah tadi … pemerintahan yang bersih … dengan niat dan kehendak politik yang keras … untuk … meminimalkan korupsi, memberantas korupsi, menghasilkan management yang baik, jasa-jasa kepada rakyat … segera … yang dibutuhkan oleh rakyat, yang ujungnya juga akan tercipta kepastian hukum yang mantap … bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dengan demikian, kami … Prabowo – Hatta … yakin … bahwa dengan komitmen yang kuat, kita bisa menghasilkan cita-cita pendiri bangsa kita. Kita ingin menjadi bangsa yang merdeka, yang produktif; kita tidak mau hanya jadi pasar bagi orang lain; kita tidak mau hanya memasok tenaga kerja murah; kita tidak mau … perempuan kita harus kerja sebagai pemebantu di negara-negara yang jauh; kita ingin rakyat kita hidup dengan sejahtera, cukup pangan, sandang, dan papan [para pendukung menatap diam tanpa ungkapan pada airmuka];  kita ingin berdiri di atas kaki kita sendiri; kita ingin jadi negara yang terhormat, dengan rakyat yang sejahtera, rakyat yang tenang menghadapi masa depan. Terimakasih.[Mendadak beridiri, bertepuk tangan riuh. Jokowi – JK tidak ikut tepuk tangan]. [00:07]. [1:46:12]. [2:09:00 i.berita].

 

Moderator (6.3)

Terimakasih … Hadirin dan pemirsa, kita sudah saksikan seluruh  rangkaian debat untuk tema kali ini. Saya berharap, debat kali ini, itu bisa makin memantapkan pilihan Anda bagi Anda yang sudah memilih, atau yang belum memilih, bisa menjadi bahan bagi Anda untuk menentukan pilihan Anda.

Sebelum saya tutup, saya ingin menyampaikan beberapa hal. Yang pertama, jangan lupa, hadirlah di … tempat pemilihan [sic] suara, tanggal 9 Juli; berikan suara Anda dengan pandangan Anda yang sebaik-baiknya. Pastikan pilihan Anda untuk itu. Yang kedua, jangan lupakan bahwa ini adalah proses yang harus kita jalani demi menjadikan demokrasi Indonesia menjadi lebih baik. Yang ketiga, saya ingin katakan, lagi-lagi, ini sebuah pernyataan seorang bijak: Tidak ada negara yang dibangun dalam satu malam. Semua pembangunan memerlukan proses, dan karenanya kita harus paham akan proses itu. Yang paling penting adalah prosesnya tetap damai dan bermartabat. Karenanya, kita jumpa dalam debat berikutnya. Selamat malam Indonesia. Sampai jumpa pada debat berikutnya …

Saya persilahkan, Pak Prabowo … [beri tanda ke arah Jokowi-JK] untuk saling bersalaman. [Jokowi-JK bergerak cepat ke arah podium Prabowo-Hatta sembil lewat menyalami moderator. Di podium itu Jokowi dan Prabowo bersalaman sambil tempel pipi. Prabowo menyalami lagi Jokowi dengan kedua tangan. Baru sesudah itu Prabowo menyalami JK dengan cara yang sama, dan Jokowi menyalami Hatta, tempel pipi juga, dan Hatta memegangi lengan kanan Jokowi dengan kedua tangan, sambil bicara. Hatta dan JK bersalaman dengan kehangatan seperti pada pembukaan. Giliran moderator menyalami Hatta dan Prabowo. Terakhir moderator dan kedua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden berdiri berjajar untuk ikut menyanyikan Lagu “Padamu Negeri”]. [00:00]. [1:48:47]. [2:13:05 i.berita].[22:24 WIB].■

 

%d bloggers like this: